Minggu, 05 April 2009

Razia PSK, Mahasiwa Ditangkap Satpol

BANDUNG - Razia penyakit masyarakat gencar dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Bandung sejak sepekan terakhir. Sayangnya, dalam Operasi Pekat yang dilakukan menjelang Ramadhan sejak pukul 21.30, Kamis (28/8/2008), Satpol PP salah menangkap target pekerja seks komersial (PSK) yang biasa mangkal di beberapa kawasan seperti di Tegalega, Alun-alun, Stasiun, dan pusat hiburan di Jalan Braga, Bandung.

Pada operasi yang berlangsung hingga Satpol PP, berhasil menggaruk 20 PSK, satu waria, dan satu pria hidung belang. Setelah dilakukan pendataan, tiga orang diantara 20 PSK yang di dapat ternyata seorang mahasiswi di salah satu universitas swasta di Jakarta dan yang lainnya berasal dari salah satu universitas negeri di Serang, Jawa Barat.

Ketiganya digaruk Satpol PP di sekitar kawasan Taman Fleksi, Dago, yang ditengarai sebagai tempat transaksi seks saat sedang asik berkumpul bersama teman-temannya.

"Saya gak tau kalau tempat itu tempat transaksi seks karena saya kan orang Serang. Saya baru dua hari di Bandung karena baru selesai PKL selama tiga minggu. Saya lagi menunggu teman," kata Winny, mahasiswi dari salah satu universitas negeri di Serang, Jawa Barat saat ditemui di Kantor Satpol PP di Jalan Martanegara, Bandung, Jawa Barat.

Saat dikonfrimasi, Kepala Satpol PP Bidang Penyidikan Eddy Marwoto mengaku pihaknya masih akan tetap melakukan penyelidikan bagi ketiga orang tersebut.

"Kita tetap akan memproses sama seperti yang lain meski ada kartu mahasiswanya. Kita masih lihat kemungkinannya. Sampai saat ini kami anggap sama dengan yang lain," kata dia.

Saat operasi dilakukan ditempat lain, yaitu di kawasan Tegalega, beberapa kelompok pemuda mencoba menghalangi Satpol PP yang akan menggangkut temannya untuk diangkut ke dalam truk. Bahkan beberapa pemuda mendatangi Kantor Satpol PP untuk mengkonfirmasi teman wanitanya yang diduga sebagai PSK.

"Itu teman saya, kenapa ditangkap juga? Kita sedang merayakan ulang tahun. Kalau memang terbukti, Satpol harus sama ratakan hukuman yang diberikan," harap salah seorang pemuda bernama Suryono.

Eddy Marwoto menyatakan, penggerebekan yang dilakukan pihaknya ini diintensifkan sebagai bentuk penghormatan menjelang Ramadan. Sejak sepekan terakir meski selalu bocor, hasilnya sangat signifikan dimana sejak awal pekan ini sudah 60 PSK dikirim ke panti rehabilitasi di Palimanan, Cirebon dan Sukabumi.

Selama 3 hari terakir, hanya sekira 8 orang yang berhasil dijaring dan saat ini sedang menjalani proses pengadilan tindak pidana ringan

Sabtu, 21 Maret 2009

Razia PSK, Mahasiwa Ditangkap Satpol

BANDUNG - Razia penyakit masyarakat gencar dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) kota Bandung sejak sepekan terakhir. Sayangnya, dalam Operasi Pekat yang dilakukan menjelang Ramadhan sejak pukul 21.30, Kamis (28/8/2008), Satpol PP salah menangkap target pekerja seks komersial (PSK) yang biasa mangkal di beberapa kawasan seperti di Tegalega, Alun-alun, Stasiun, dan pusat hiburan di Jalan Braga, Bandung.

Pada operasi yang berlangsung hingga Satpol PP, berhasil menggaruk 20 PSK, satu waria, dan satu pria hidung belang. Setelah dilakukan pendataan, tiga orang diantara 20 PSK yang di dapat ternyata seorang mahasiswi di salah satu universitas swasta di Jakarta dan yang lainnya berasal dari salah satu universitas negeri di Serang, Jawa Barat.

Ketiganya digaruk Satpol PP di sekitar kawasan Taman Fleksi, Dago, yang ditengarai sebagai tempat transaksi seks saat sedang asik berkumpul bersama teman-temannya.

"Saya gak tau kalau tempat itu tempat transaksi seks karena saya kan orang Serang. Saya baru dua hari di Bandung karena baru selesai PKL selama tiga minggu. Saya lagi menunggu teman," kata Winny, mahasiswi dari salah satu universitas negeri di Serang, Jawa Barat saat ditemui di Kantor Satpol PP di Jalan Martanegara, Bandung, Jawa Barat.

Saat dikonfrimasi, Kepala Satpol PP Bidang Penyidikan Eddy Marwoto mengaku pihaknya masih akan tetap melakukan penyelidikan bagi ketiga orang tersebut.

"Kita tetap akan memproses sama seperti yang lain meski ada kartu mahasiswanya. Kita masih lihat kemungkinannya. Sampai saat ini kami anggap sama dengan yang lain," kata dia.

Saat operasi dilakukan ditempat lain, yaitu di kawasan Tegalega, beberapa kelompok pemuda mencoba menghalangi Satpol PP yang akan menggangkut temannya untuk diangkut ke dalam truk. Bahkan beberapa pemuda mendatangi Kantor Satpol PP untuk mengkonfirmasi teman wanitanya yang diduga sebagai PSK.

"Itu teman saya, kenapa ditangkap juga? Kita sedang merayakan ulang tahun. Kalau memang terbukti, Satpol harus sama ratakan hukuman yang diberikan," harap salah seorang pemuda bernama Suryono.

Eddy Marwoto menyatakan, penggerebekan yang dilakukan pihaknya ini diintensifkan sebagai bentuk penghormatan menjelang Ramadan. Sejak sepekan terakir meski selalu bocor, hasilnya sangat signifikan dimana sejak awal pekan ini sudah 60 PSK dikirim ke panti rehabilitasi di Palimanan, Cirebon dan Sukabumi.

Selama 3 hari terakir, hanya sekira 8 orang yang berhasil dijaring dan saat ini sedang menjalani proses pengadilan tindak pidana ringan